Sabtu, 30 Mei 2015

Mujizat Rasul Petrus

Mujizat Petrus:
1. Menyembuhkan orang lumpuh di Gerbang Indah Kis 3:1-10
2. Menghidupkan Tabita Kisah 9:36-40
3. Menyembuhkan Eneas yang lumpuh Kisah 9:32-35
4. Menyembuhkan banyak orang sakit Kisah 5:12-16

1. Petrus menyembuhkan orang lumpuh di Gerbang Indah (Kis 3:1-10)

Pada suatu hari Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah pada pukul tiga sore, yaitu pada waktu untuk berdoa.Di sana di pintu gerbang yang disebut "Gerbang Indah", ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir. Setiap hari orang itu dibawa ke sana untuk mengemis kepada orang-orang yang masuk ke Rumah Tuhan.

Ketika orang itu melihat Petrus dan Yohanes sedang masuk ke Rumah Tuhan, ia minta mereka memberikan sesuatu kepadanya.Maka mereka menatap dia, kemudian Petrus berkata, "Pandanglah kami!"

Lalu orang itu memperhatikan mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.

Tetapi Petrus berkata kepadanya, "Aku tidak punya uang sama sekali. Tetapi apa yang ada padaku, itu akan Aku berikan kepadamu: Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Lalu Petrus memegang tangan kanan orang lumpuh itu dan menolong dia bangun. Langsung kaki orang itu dan mata kakinya menjadi kuat. Lalu ia melompat berdiri, dan mulai berjalan ke sana kemari. Kemudian ia masuk ke Bait Allah bersama-sama Petrus dan Yohanes, sambil berjalan dan melompat-lompat dan memuji Allah.

Semua orang melihat dia berjalan dan memuji-muji Allah.

Lalu mereka menyadari bahwa dialah pengemis yang biasanya duduk di "Gerbang Indah" di Bait Allah. Mereka heran sekali dan kagum melihat apa yang terjadi kepadanya.

2. Petrus Menghidupkan Tabita (Kisah 9:36-40)

Di Yope ada seorang wanita bernama Tabita. Ia seorang yang percaya kepada Yesus. (Namanya di dalam bahasa Yunani ialah Dorkas). Ia selalu saja melakukan hal-hal yang baik dan menolong orang-orang miskin.
Pada waktu itu ia sakit lalu meninggal dunia. Setelah jenazahnya dimandikan, ia diletakkan di kamar yang di atas.

Yope tidak seberapa jauh dari Lida. Jadi pada waktu pengikut-pengikut Yesus di Yope mendengar Petrus berada di Lida, mereka mengutus dua orang pergi kepada Petrus dengan pesan ini, "Cepat-cepatlah datang kemari."

Petrus langsung bangun dan mengikuti mereka. Setibanya di sana, ia dibawa ke kamar yang di atas. Semua janda di situ mengerumuni Petrus sambil menangis dan menunjukkan kepadanya baju-baju dan jubah-jubah yang dijahitkan Dorkas untuk mereka waktu ia masih hidup.

Petrus menyuruh mereka semuanya keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Setelah itu ia menghadap jenazah Dorkas dan berkata, "Tabita, bangun!" Maka Dorkas membuka mata, dan ketika ia melihat Petrus, ia duduk.

3. Petrus Menyembuhkan Eneas yang lumpuh (Kisah 9:32-35)

Petrus pergi ke mana-mana mengunjungi jemaat-jemaat. Pada suatu hari ia mengunjungi umat Tuhan yang tinggal di Lida.

Di sana ia berjumpa dengan seorang laki-laki bernama Eneas, yang lumpuh dan sudah tidak bangun-bangun dari tempat tidurnya delapan tahun lamanya.

Petrus berkata kepada Eneas, "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau. Bangunlah dan bereskan tempat tidurmu." Saat itu juga Eneas bangun.

Semua penduduk di Lida dan Saron melihat Eneas, lalu mereka semuanya percaya kepada Tuhan

4. Petrus Menyembuhkan banyak orang sakit (Kisah 5:12-16)

Karena pelayanan rasul-rasul maka banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa terjadi di antara masyarakat. Dengan sehati semua orang percaya berkumpul di Serambi Salomo di Rumah Tuhan. Dan orang luar tidak ada yang berani datang berkumpul dengan orang-orang percaya itu. Tetapi orang-orang percaya itu sangat dihormati oleh masyarakat. Dan makin lama makin bertambah banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan--baik laki-laki maupun wanita.

Malah keadaan menjadi sebegitu rupa, sehingga orang-orang sakit ditaruh di atas tempat tidur atau tikar, lalu dibawa ke jalan, supaya mereka paling sedikit bisa terkena bayangan Petrus, kalau Petrus lewat di situ.
Berduyun-duyun orang-orang datang dari kota-kota sekitar Yerusalem. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan yang kemasukan roh-roh jahat. Dan orang-orang itu disembuhkan semuanya.

Mujizat Rasul Paulus

Paulus adalah seorang yang dipilih sebagai seorang rasul oleh Yesus ketika Yesus sudah naik ke sorga. Rasul yang gigih memberitakan injil ini tercatat melakukan berbagai mujizat sebagai tanda-tanda pengutusannya. Berikut beberapa mujizat yang terjadi dalam pelayanan rasul Paulus yang tercatat di Kisah Rasul-Rasul.

1. Menyembuhkan Orang Lumpuh di Listra (Kisah 14:8-10)

Di Listra ada seorang laki-laki yang kakinya lumpuh sejak lahir, sehingga ia tidak pernah bisa berjalan, sebab kakinya terlalu lemah. Orang itu duduk di sana mendengarkan Paulus berbicara. Paulus melihat bahwa orang itu memiliki cukup iman/percaya dan karena itu ia dapat disembuhkan. 

Maka Paulus memandang dia dan dengan suara yang keras Paulus berkata, "Berdirilah tegak!" Orang itu seketika melompat berdiri lalu berjalan.

2. Menghidupkan Eutikhus Yang Jatuh Dari Lantai Ketiga  (Kisah 20:7-9)

Saat itu malam Minggu, Paulus dan rekan-rekannya berkumpul untuk makan bersama. Paulus bercakap-cakap dengan orang-orang, karena besoknya ia berniat berangkat. Sampai tengah malam Paulus berbicara terus. 

Dalam kamar di tingkat atas, tempat mereka berkumpul itu, ada banyak lampu. Ada seorang pemuda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus tidak berhenti-henti berbicara, pemuda itu menjadi mengantuk sekali sampai ia tertidur di jendela itu, lalu jatuh ke bawah dari tingkat ketiga. Waktu mereka mengangkatnya, ia sudah mati.

Tetapi Paulus turun ke bawah, lalu ia merebahkan diri ke atas pemuda itu dan memeluknya. Paulus berkata, "Jangan khawatir, ia masih hidup!"

3. Digigit Ular Beludak tetapi Tidak Apa-Apa Kisah 28:3-6

Suatu petang, Paulus mengumpulkan kayu, dan menaruh kayu-kayu itu di atas api. Selagi ia melakukan itu, seekor ular beludak keluar, karena panasnya api itu, lalu memagut tangannya.

Ketika penduduk pulau itu melihat ular itu tergantung di tangan Paulus, mereka berkata satu sama lain, "Orang ini tentulah pembunuh, sebab meskipun ia sudah luput dari bahaya laut, Dewi Keadilan tidak membiarkan ia hidup."

Tetapi Paulus mengebaskan ular berbisa itu ke dalam api dengan tidak merasa sakit sedikit pun.

Sementara itu, orang-orang di situ berpikir bahwa sebentar lagi tangan Paulus tentu akan bengkak atau tiba-tiba ia akan jatuh mati. Tetapi setelah menunggu beberapa lama dan tidak ada sesuatu luar biasa yang terjadi kepadanya, pikiran mereka berubah lalu mereka mengira bahwa Paulus adalah dewa.

Mujizat ini menggenapi Sabda Yesus yang tertulis di Injil Markus 16:18 "mereka akan memegang ular, dan ... mereka tidak akan mendapat celaka;"


4. Menyembuhkan Banyak Orang Sakit Kisah 28:7-9

Suatu ketika, Paulus dan teman-temannya berada di suatu tempat, yakni sebidang tanah milik Publius, pejabat utama di sebuah pulau. Dengan baik hati ia menyambut rombongan Paulus sebagai tamunya selama tiga hari. Pada waktu itu ayahnya sedang sakit, karena diserang demam dan disentri.

Paulus pergi menengok ayah yang sakit itu lalu berdoa dan meletakkan tangan ke atasnya sehingga ia sembuh. Karena kejadian itu semua orang yang sakit di pulau itu datang kepada Paulus, dan mereka disembuhkan.

Senin, 25 Mei 2015

Mujizat Nabi Elia

Nabi Elia merupakan salah seorang nabi besar TUHAN dengan kisah-kisah mujizatnya yang luarbiasa. Yang berikut adalah salah satu mujizat yang terjadi melalui Nabi Elia.

Pada suatu hari Raja Ahazia dari Israel jatuh dari serambi di tingkat atas istananya di Samaria, sehingga ia luka parah. Ahazia adalah raja Israel setelah raja Ahab, suami ratu Izebel. Maka Ahazia mengutus orang untuk bertanya kepada Baal-Zebub, dewa kota Ekron di Filistin, apakah ia akan sembuh atau tidak.

Tetapi malaikat TUHAN menyuruh Elia, nabi dari Tisbe, pergi menemui utusan-utusan Raja Ahazia itu dengan pesan, "Apakah di Israel tidak ada Allah sehingga kalian mau pergi meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, dewa kota Ekron itu? Beritahukanlah kepada raja bahwa TUHAN berfirman begini, 'Kamu tidak akan sembuh, kamu akan mati!'" 

Nabi Elia melaksanakan perintah TUHAN tersebut, dia mencegat utusan raja Ahazia di tengah jalan menuju kota Ekron, dan menyampaikan pesan TUHAN itu. Kembalilah utusan-utusan itu kepada raja, lalu raja bertanya, "Kenapa kalian kembali?" 

Mereka menjawab, "Seorang laki-laki datang menemui kami, dan menyuruh kami kembali untuk mengatakan kepada Baginda bahwa TUHAN berfirman begini untuk Baginda, 'Apakah di Israel tidak ada Allah, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, dewa kota Ekron? Engkau tidak akan sembuh, engkau akan mati!'" 

"Bagaimana rupa orang itu?" tanya raja. 

"Jubah dan ikat pinggangnya dari kulit," jawab mereka. "O, itu Elia!" kata raja.

Lalu ia menyuruh seorang perwira bersama lima puluh orang anak buahnya pergi menangkap Elia. Perwira itu pergi lalu menemukan Elia sedang duduk di sebuah bukit. Berkatalah perwira itu dengan congkaknya. "Hai, hamba Allah," kata perwira itu, "raja memerintahkan engkau turun!" 

"Kalau aku ini memang hamba Allah," jawab Elia, "biarlah api turun dari langit dan membakar habis kamu dan semua anak buahmu!" Saat itu juga turunlah api dan membakar perwira itu dengan kelima puluh orang anak buahnya. 

Gambar: Nabi Elia dengan 50 prajurit utusan raja Ahazia

Kedengaranlah kepada Ahazia kejadian yang menimpa ke-50 prajuritnya itu beserta sang perwira.  Lalu raja mengutus seorang perwira lain bersama lima puluh orang anak buahnya juga. Mereka pergi dan perwira inipun berkata pula kepada Elia dengan sombongnya, "Hai, hamba Allah, raja memerintahkan engkau turun sekarang ini juga!" 

"Kalau aku memang hamba Allah," jawab Elia, "biarlah api turun dari langit dan membakar habis kamu serta semua anak buahmu!" Saat itu juga turunlah api dari Allah dan membakar habis perwira itu dengan kelima puluh orang anak buahnya. 

Sekali lagi raja mengutus seorang perwira bersama lima puluh orang anak buahnya. Kali ini sang perwira sadar diri sedang berhadapan dengan siapa. Perwira itu naik ke bukit dan setelah sampai di depan Elia ia berlutut dan berkata, "Ampunilah kami, ya hamba Allah! Kasihanilah saya dan semua anak buah saya ini. Janganlah kami dibunuh! Dua perwira yang lain bersama anak buah mereka mati dimakan api dari langit, tetapi saya mohon, kasihanilah kami, ya hamba Allah!"

Pada saat itu juga berkatalah malaikat TUHAN kepada Elia, "Jangan takut! Ikutlah dia turun dari bukit ini." 

Karena itu pergilah Elia bersama perwira itu kepada raja.
Lalu kata Elia kepada raja, "TUHAN berfirman, 'Engkau menyuruh orang meminta petunjuk kepada Baal-Zebub dewa kota Ekron seakan-akan di Israel tidak ada Allah yang dapat ditanyai. Karena itu engkau tidak akan sembuh, engkau akan mati!'" 

Maka matilah Ahazia seperti yang dikatakan TUHAN melalui Elia. 

Sumber: 2 Raja 1-17

Jumat, 08 Mei 2015

Mujizat Nabi Nuh

Ketika Nuh hidup, sebagian besar umat manusia menjalani kehidupan yang rusak, dimana-mana terjadi kekejaman, sehingga Allah bermaksud memusnahkan manusia ciptaanNya dengan mendatangkan banjir besar. Nuh adalah seorang Nabi Allah yang bergaul karib dengan Dia, dan Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat perahu besar. Lalu mujizat apa yang dilakukan melalui Nabi Nuh? 

Sebelum Nuh mulai membuat bahtera, Allah telah berfirman kepadanya :
"Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya." (Kej 6:18-20)

Allah berfirman, bahwa binatang-binatang itu harus datang kepada Nuh sepasang-sepasang. Artinya adalah: bahwa Nabi Nuh tidak perlu mencari berbagai macam binatang sepasang-sepasang lalu menggiringnya masuk perahu buatannya nanti.


Sumber Gambar: http://www.muralsforkids.com/product_images/m/807/noahsarkweb__77053_zoom.jpg

Sesudah Nabi Nuh selesai membuat bahtera, maka berbondong-bondonglah pasangan-pasangan binatang memasuki perahu besar tersebut, sesuai ayat ini:

Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh. (Kej 7:13-16)

Dari peristiwa menjelang datangnya banjir besar tersebut dapat kita lihat adanya dua buah mujizat yang dilakukan oleh Allah, yaitu:

1.  Datangnya pasangan binatang-binatang kepada Nabi Nuh untuk masuk ke dalam bahtera tersebut.
2.  Ditutupnya pintu bahtera oleh Allah sendiri.

Kamis, 07 Mei 2015

Nabi Musa


KISAH NABI MUSA

Menurut Kitab: Keluaran

1. Kelahiran Musa : Kel 2:1-10
2. Musa lari ke tanah Midian : Kel 2:11-25
3. Musa dan semak duri yang menyala: Kel 3:1-22
4. Tanda-tanda untuk Musa : Kel 4:1-17
5. Musa kembali ke Mesir : Kel 4:18-31
6. Pengutusan Musa : Kel 6:1-12
7. Harun berbicara untuk Musa : Kel 6:27-7:7
8. Tongkat Harun menjadi ular : Kel 7:8-13
9. Tulah pertama: air menjadi darah : Kel 7:14-25
10. Tulah kedua: katak : Kel 8:1-15
11. Tulah ketiga: nyamuk : Kel 8:16-19
12. Tulah keempat: lalat pikat : Kel 8:20-32
13. Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak : Kel 9:1-7
14. Tulah keenam: barah : Kel 9:8-12
15. Tulah ketujuh: hujan es : Kel 9:13-35
16. Tulah kedelapan: belalang : Kel 10:1-20
17. Tulah kesembilan: gelap gulita : Kel 10:21-29
18. Tulah kesepuluh: kematian anak sulung : Kel 11:1-10
19. Orang Israel keluar dari Mesir : Kel 12:29-42
20. Allah menuntun umat-Nya : Kel 13:17-22
21. Firaun bertindak untuk penghabisan kali : Kel 14:1-14
22. Menyeberangi Laut Teberau : Kel 14:15-31
23. Air di Mara dan di Elim : Kel 15:22-27
24. Manna dan hari Sabat : Kel 16:1-36
25. Air dari gunung batu : Kel 17:1-7
26. Kemenangan orang Israel melawan orang Amalek : Kel 17:8-16
27. Malaikat Allah berjalan di depan : Kel 23:20-33

1. Kelahiran Musa : Kel 2:1-10

Pada masa itu seorang laki-laki dari suku Lewi, kawin dengan seorang wanita dari suku itu juga. Lalu wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika ia melihat bahwa bayi itu amat bagus, ia menyembunyikannya selama tiga bulan. Tetapi bayi itu tak dapat disembunyikannya lama-lama. Maka ibu itu mengambil sebuah keranjang dari rumput gelagah, dan melapisinya dengan ter supaya jangan kemasukan air. Bayi itu diletakkannya di dalam keranjang itu, lalu dibawanya ke Sungai Nil dan ditaruh di tengah-tengah rumpun gelagah di tepi sungai itu. Kakak perempuan bayi itu berdiri agak jauh dari situ untuk melihat apa yang akan terjadi dengan adiknya.

Sementara itu datanglah putri raja. Ia turun ke sungai untuk mandi, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai. Tiba-tiba putri raja melihat keranjang itu di tengah-tengah rumpun gelagah, lalu ia menyuruh seorang hamba perempuan mengambilnya. Waktu putri raja membuka keranjang itu, dilihatnya ada bayi di dalamnya, dan bayi itu sedang menangis. Putri raja merasa kasihan kepadanya dan berkata, "Ini anak orang Ibrani."

Lalu kakak bayi itu bertanya kepada putri raja, "Maukah Tuan Putri saya carikan seorang ibu Ibrani untuk menyusui bayi itu?"

"Baiklah," jawab putri raja.

Maka pergilah gadis itu memanggil ibunya sendiri.

Kata putri raja kepada ibu itu, "Bawalah bayi ini, dan susuilah dia untukku; nanti ibu kuberi upah."

Maka dibawanya bayi itu dan disusuinya.

Waktu bayi itu sudah agak besar, ibunya menyerahkan dia kepada putri raja. Lalu putri raja menjadikan bayi itu anak angkatnya."Dia kuberi nama Musa, sebab kuambil dia dari air," kata putri raja.


2. Musa lari ke tanah Midian : Kel 2:11-25

Waktu Musa sudah dewasa, ia pergi menemui orang-orang sebangsanya. Ia melihat bagaimana mereka dipaksa melakukan pekerjaan yang berat-berat. Dilihatnya juga seorang Mesir membunuh seorang Ibrani. Musa menengok ke sekelilingnya, dan ketika ia melihat bahwa tidak ada yang memperhatikan dia, dibunuhnya orang Mesir itu lalu mayatnya disembunyikan di dalam pasir.

Keesokan harinya Musa pergi lagi, lalu dilihatnya dua orang Ibrani sedang berkelahi. "Mengapa engkau memukul kawanmu?" tanya Musa kepada orang yang bersalah itu.

Jawab orang itu, "Siapa yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim kami? Apakah engkau mau membunuh saya juga, seperti orang Mesir yang kaubunuh itu?"

Lalu Musa menjadi takut dan berpikir, "Celaka! Perbuatanku itu sudah ketahuan."

Waktu raja mendengar tentang kejadian itu, ia mencari akal untuk membunuh Musa. Tetapi Musa lari lalu tinggal di negeri Midian. Imam dari Midian, yang bernama Yitro, mempunyai tujuh anak perempuan.

Pada suatu hari, ketika Musa sedang duduk di dekat sebuah sumur, datanglah ketujuh anak gadis Yitro untuk menimba air dan mengisi tempat minum kawanan kambing dan domba ayah mereka. Tetapi beberapa gembala mengusir anak-anak gadis itu. Lalu Musa datang menolong mereka dan diberinya minum ternak mereka.

Waktu mereka pulang, ayah mereka bertanya, "Mengapa kalian cepat sekali pulang hari ini?"
Jawab mereka, "Ada seorang Mesir yang menolong kami dari gangguan gembala-gembala lain. Ia malah menimbakan air untuk kami, dan memberi minum ternak kita."

"Di mana dia sekarang?" tanya Yitro kepada anak-anaknya. "Mengapa kalian meninggalkan orang itu? Pergilah mengundang dia makan bersama kita."

Musa setuju untuk tinggal di situ. Kemudian Yitro mengawinkan anaknya yang bernama Zipora dengan Musa. Zipora melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Gersom, karena Musa berpikir, "Aku seorang asing di sini."

Bertahun-tahun kemudian raja Mesir meninggal. Tetapi bangsa Israel masih mengeluh karena mereka diperbudak, sehingga mereka berteriak minta tolong. Jeritan mereka sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka, dan Ia mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Ia melihat orang-orang Israel diperbudak, maka ia memutuskan untuk menolong mereka.


3. Musa dan semak duri yang menyala: Kel 3:1-22

Pada waktu itu Musa menggembalakan domba-domba dan kambing-kambing Yitro, mertuanya, imam di tanah Midian. Ketika ia sedang menggiring ternak itu ke seberang padang gurun, tibalah ia di Gunung Sinai, gunung yang suci. Di situ malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dalam nyala api yang keluar dari tengah-tengah semak. Musa melihat semak itu menyala, tetapi tidak terbakar.

"Luar biasa," pikirnya. "Semak itu tidak terbakar! Baiklah kulihat dari dekat."

TUHAN melihat Musa mendekati tempat itu, maka Ia berseru dari tengah-tengah semak itu, "Musa! Musa!"

"Saya di sini," jawab Musa.

Lalu Allah berfirman, "Jangan dekat-dekat. Buka sandalmu, sebab engkau berdiri di tanah yang suci. Aku ini Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub." Maka Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Lalu TUHAN berfirman, "Aku sudah melihat penderitaan umat-Ku di Mesir, dan sudah mendengar mereka berteriak minta dibebaskan dari orang-orang yang menindas mereka. Sesungguhnya, Aku tahu semua kesengsaraan mereka. Sebab itu Aku turun untuk membebaskan mereka dari tangan orang Mesir dan membawa mereka keluar dari negeri itu menuju suatu negeri yang luas. Tanahnya kaya dan subur, dan sekarang didiami oleh bangsa Kanaan, bangsa Het, Amori, Feris, Hewi dan Yebus. Tangisan bangsa Israel sudah Kudengar, dan Kulihat juga bagaimana mereka ditindas oleh bangsa Mesir. Sekarang engkau Kuutus untuk menghadap raja Mesir supaya engkau dapat memimpin bangsa-Ku keluar dari negeri itu."

Tetapi Musa berkata kepada Allah, "Siapa saya ini, sehingga sanggup menghadap raja dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"

Allah menjawab, "Aku akan menolong engkau. Dan bila bangsa itu sudah kaubawa keluar dari Mesir, kamu akan beribadat kepada-Ku di gunung ini. Itulah buktinya bahwa Aku mengutus engkau."
Musa menjawab, "Tetapi kalau saya menemui orang-orang Israel dan berkata kepada mereka: 'Allah nenek moyangmu mengutus saya kepada kamu,' mereka pasti akan bertanya, 'Siapa namanya?' Lalu apa yang harus saya jawab kepada mereka?"

Firman Allah, "Aku adalah AKU YANG ADA. Inilah yang harus kaukatakan kepada bangsa Israel, Dia yang disebut AKU ADA, sudah mengutus saya kepada kamu. Kabarkanlah juga kepada mereka bahwa Aku, TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, mengutus engkau kepada mereka. Akulah TUHAN, itulah nama-Ku untuk selama-lamanya. Itulah sebutan-Ku untuk semua bangsa turun-temurun. Pergilah dan kumpulkanlah semua pemimpin Israel. Umumkanlah kepada mereka bahwa Aku, TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, sudah menampakkan diri kepadamu. Beritahukanlah mereka bahwa Aku sudah datang kepada mereka dan sudah melihat bagaimana mereka diperlakukan oleh bangsa Mesir. Dan Aku sudah memutuskan untuk membawa mereka keluar dari Mesir, tempat mereka ditindas, dan mengantar mereka ke suatu negeri yang kaya dan subur, negeri bangsa Kanaan, bangsa Het, Amori, Feris, Hewi dan Yebus. Umat-Ku akan mendengarkan kata-katamu. Kemudian engkau bersama-sama dengan para pemimpin Israel harus pergi menghadap raja Mesir dan mengatakan kepadanya: 'TUHAN, Allah orang Ibrani sudah datang menyatakan diri kepada kami. Sekarang izinkanlah kami pergi sejauh tiga hari perjalanan ke padang gurun untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN, Allah kami.'"

Kemudian Allah berfirman lagi, "Aku tahu raja Mesir tidak akan melepaskan kamu pergi, kecuali kalau ia dipaksa. Tetapi Aku akan memakai kekuasaan-Ku, dan menghukum Mesir dengan bencana-bencana hebat yang Kudatangkan di sana. Sesudah itu, ia akan mengizinkan kamu berangkat. Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap kamu, sehingga pada saat umat-Ku berangkat, kamu tidak pergi dengan tangan kosong. Tiap wanita Israel akan minta dari tetangganya orang Mesir dan dari wanita Mesir yang tinggal serumah, pakaian serta perhiasan perak dan emas. Kamu akan mengenakan itu pada anak-anakmu. Dengan cara itu kamu akan merampasi orang Mesir."


4. Tanda-tanda untuk Musa : Kel 4:1-17

Lalu Musa menjawab kepada TUHAN, "Tetapi bagaimana andaikata orang-orang Israel tidak mau percaya dan tidak mau mempedulikan kata-kata saya? Apa yang harus saya lakukan andaikata mereka berkata bahwa TUHAN tidak menampakkan diri kepada saya?"

TUHAN bertanya kepada Musa, "Apa itu di tanganmu?" Jawab Musa, "Tongkat."

Firman TUHAN, "Lemparkan itu ke tanah." Musa melemparkannya, lalu tongkat itu berubah menjadi ular dan Musa lari menjauhinya.

TUHAN berfirman kepada Musa, "Dekatilah ular itu, dan peganglah ekornya." Musa mendekatinya dan menangkap ular itu yang segera berubah kembali menjadi tongkat dalam tangan Musa.

Firman TUHAN, "Buatlah begitu supaya orang-orang Israel percaya bahwa Aku, TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, sudah menampakkan diri kepadamu."

TUHAN berfirman lagi kepada Musa, "Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu."
Musa menurut, dan ketika ia menarik tangannya keluar, tangan itu putih sekali karena kena penyakit kulit yang mengerikan. Lalu TUHAN berfirman, "Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu."

Musa berbuat begitu, dan ketika ia mengeluarkannya lagi, tangan itu sudah sembuh.

Firman TUHAN, "Kalau mereka tidak mau percaya kepadamu, atau tidak yakin sesudah melihat mujizat yang pertama, maka mujizat ini akan membuat mereka percaya. Kalau mereka belum juga mau percaya kepadamu meskipun sudah melihat kedua mujizat ini, dan mereka tidak mau mempedulikan kata-katamu, ambillah sedikit air dari Sungai Nil dan tuangkanlah ke tanah. Air itu akan berubah menjadi darah."

Tetapi Musa berkata, "Ya, Tuhan, saya bukan orang yang pandai bicara, baik dahulu maupun sekarang, sesudah TUHAN bicara kepada saya. Saya berat lidah, bicara lambat dan tidak lancar."

TUHAN berfirman kepadanya, "Siapakah yang memberi mulut kepada manusia? Siapa yang membuat dia bisu atau tuli? Siapa yang membuat dia melek atau buta? Bukankah Aku, TUHAN? Sekarang, pergilah, Aku akan menolong engkau berbicara dan mengajarkan apa yang harus kaukatakan."

Tetapi Musa menjawab, "Saya mohon, janganlah mengutus saya, ya Tuhan, suruhlah orang lain."
Lalu TUHAN menjadi marah kepada Musa dan berfirman, "Bukankah engkau mempunyai saudara yang bernama Harun? Aku tahu dia pandai berbicara. Sesungguhnya, dia dalam perjalanan ke sini, dan ia akan senang bertemu dengan engkau. Bicaralah dengan dia dan beritahukanlah kepadanya apa yang harus ia katakan. Aku akan menolong kamu berdua dan mengajarkan apa yang harus kamu katakan dan lakukan. Dia harus bicara atas namamu di depan rakyat. Dia akan menjadi juru bicaramu dan engkau dianggapnya seperti Allah yang mengatakan apa yang harus ia katakan. Bawalah tongkat itu, engkau akan membuat keajaiban-keajaiban dengan itu."


5. Musa kembali ke Mesir : Kel 4:18-31

Sesudah itu Musa pulang ke rumah Yitro, ayah mertuanya, dan berkata kepadanya, "Izinkanlah saya kembali ke Mesir untuk menengok saudara-saudara saya dan melihat apakah mereka masih hidup."

Yitro berkata kepada Musa, "Pergilah dengan selamat."

Waktu Musa masih di tanah Midian, TUHAN berfirman kepadanya, "Kembalilah ke Mesir. Semua orang yang ingin membunuh engkau sudah mati."

Maka Musa mengajak istri dan anak-anaknya dan menaikkan mereka ke atas keledai lalu berangkat bersama mereka ke Mesir. Atas perintah Allah, Musa juga membawa tongkatnya.

TUHAN berfirman kepada Musa, "Aku sudah memberi kuasa kepadamu untuk membuat keajaiban-keajaiban. Jadi kalau engkau sudah kembali di Mesir nanti, lakukanlah segala keajaiban itu di depan raja Mesir. Tetapi Aku akan menjadikan dia keras kepala, sehingga ia tak mau mengizinkan bangsa itu pergi. Lalu katakanlah kepada raja itu bahwa Aku, TUHAN, berpesan begini: 'Israel adalah anak-Ku yang sulung, dan engkau sudah Kuperintahkan untuk mengizinkan anak-Ku itu pergi supaya ia dapat berbakti kepada-Ku, tetapi engkau menolak. Sekarang Aku akan membunuh anakmu yang sulung.'"

Sementara itu TUHAN berfirman kepada Harun, "Pergilah ke padang gurun untuk menemui Musa."

Harun pergi, lalu bertemu dengan adiknya di gunung suci, dan mencium dia. Musa menceritakan kepada Harun semua yang dikatakan TUHAN kepadanya ketika ia disuruh kembali ke Mesir, juga tentang semua mujizat yang harus dibuatnya. Kemudian Musa dan Harun pergi ke Mesir dan mengumpulkan semua pemimpin Israel. Harun menyampaikan kepada mereka segala yang dikatakan TUHAN kepada Musa, dan Musa melakukan semua keajaiban di depan orang-orang itu. Maka percayalah mereka, dan ketika mereka mendengar bahwa TUHAN sudah memperhatikan bangsa Israel dan melihat segala penderitaan mereka, mereka sujud menyembah.


6. Pengutusan Musa : Kel 6:1-12

Allah berfirman kepada Musa, katanya, "Akulah TUHAN. Aku menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi Aku tidak memperkenalkan diri kepada mereka dengan nama 'TUHAN'. Aku juga mengadakan perjanjian dengan mereka. Aku berjanji akan memberikan negeri Kanaan kepada mereka, negeri tempat mereka dahulu hidup sebagai orang asing. Aku sudah mendengar rintihan orang Israel yang diperbudak oleh bangsa Mesir, lalu Aku ingat akan janji-Ku itu. Jadi umumkanlah kepada bangsa Israel bahwa Aku berkata kepada mereka: Akulah TUHAN; kamu akan Kubebaskan dari perbudakan bangsa Mesir. Aku akan menunjukkan kekuasaan-Ku yang hebat untuk menyelamatkan kamu dan menjatuhkan hukuman berat atas bangsa Mesir. Kamu akan Kujadikan umat-Ku, dan Aku menjadi Allahmu. Maka kamu akan tahu bahwa Aku ini TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari perbudakan di Mesir. Kamu akan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; tanah itu Kuberikan kepadamu menjadi milikmu sendiri. Akulah TUHAN."

Semua pesan TUHAN itu disampaikan Musa kepada bangsa Israel, tetapi mereka tidak mau mempedulikan Musa, karena perbudakan yang kejam itu telah membuat mereka putus asa.

Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa,
"Pergilah menghadap raja Mesir dan katakan bahwa ia harus mengizinkan bangsa Israel meninggalkan negerinya."

Tetapi Musa menjawab, "Orang Israel sendiri tidak mau mendengarkan saya. Mana mungkin raja Mesir mendengarkan orang yang tidak pandai bicara seperti saya?"

Begitulah TUHAN mengutus Musa dan Harun untuk menyampaikan kepada bangsa Israel dan kepada raja Mesir bahwa mereka ditugaskan TUHAN untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.


7. Harun berbicara untuk Musa : Kel 6:27-7:7

Ketika TUHAN berfirman dengan Musa di Mesir, TUHAN berfirman, "Akulah TUHAN. Sampaikanlah kepada raja Mesir segala sesuatu yang telah Kukatakan kepadamu."

Tetapi Musa menjawab, "TUHAN, Engkau tahu bahwa saya tidak pandai bicara. Mana mungkin raja mau mendengarkan saya?"

TUHAN berfirman kepada Musa, "Aku akan menjadikan engkau seperti Allah di hadapan raja, dan saudaramu Harun akan bicara kepadanya sebagai nabimu. Sampaikan kepada Harun semua yang Kuperintahkan kepadamu. Suruhlah Harun mengatakan kepada raja bahwa ia harus mengizinkan orang Israel meninggalkan negeri Mesir. Tetapi Aku akan menjadikan raja keras kepala. Ia tidak akan mempedulikan engkau, sekalipun Aku mendatangkan banyak bencana di Mesir. Karena itu Aku akan menghukum Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat, kemudian Kubawa seluruh bangsa Israel, umat-Ku, keluar dari negeri itu. Maka orang Mesir akan tahu bahwa Aku ini TUHAN, pada waktu Aku menghukum mereka dan membawa Israel keluar dari negeri mereka."

Musa dan Harun melakukan apa yang diperintahkan TUHAN. Musa berumur 80 tahun dan Harun 83 tahun ketika mereka menghadap raja Mesir.


8. Tongkat Harun menjadi ular : Kel 7:8-13

TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun,
"Kalau raja meminta kamu membuat keajaiban sebagai bukti, suruhlah Harun mengambil tongkatnya dan melemparkannya ke tanah di depan raja. Tongkat itu akan berubah menjadi ular."

Maka pergilah Musa dan Harun menghadap raja dan mereka melakukan apa yang diperintahkan Allah. Harun melemparkan tongkatnya ke tanah di depan raja dan para pegawainya, lalu tongkat itu berubah menjadi ular. Karena itu raja pun memanggil orang-orangnya yang berilmu dan ahli-ahli sihirnya, lalu mereka melakukan begitu juga dengan ilmu gaib mereka. Mereka melemparkan tongkat mereka ke tanah dan tongkat-tongkat itu berubah menjadi ular. Tetapi tongkat Harun menelan tongkat mereka. Meskipun begitu, raja tetap berkeras kepala dan tidak mau mempedulikan perkataan Musa dan Harun, seperti yang sudah dikatakan TUHAN.


9. Tulah pertama: air menjadi darah : Kel 7:14-25

Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa, "Raja itu sangat keras kepala; ia tidak mau mengizinkan bangsa Israel pergi. Sebab itu pergilah menemui dia pagi-pagi, pada waktu ia turun ke Sungai Nil. Bawalah tongkat yang dapat berubah menjadi ular itu dan tunggulah kedatangannya di tepi sungai. Katakanlah kepada raja itu: TUHAN, Allah orang Ibrani, mengutus saya untuk menyampaikan kepada Tuanku supaya mengizinkan umat-Nya pergi untuk beribadat kepada-Nya di padang gurun. Tetapi sampai sekarang Tuanku tidak mau mendengarkan. Sebab itu, TUHAN berkata begini, 'Dari apa yang Kulakukan nanti, engkau akan tahu bahwa Akulah TUHAN. Dengan tongkat ini saya akan memukul permukaan air sungai, dan airnya akan berubah menjadi darah. Ikan-ikan akan mati, dan sungai ini akan berbau busuk, sehingga bangsa Mesir tak bisa minum airnya.'"

TUHAN berfirman kepada Musa, "Suruhlah Harun mengambil tongkatnya dan mengacungkannya ke atas semua sungai, saluran-saluran dan kolam-kolam di Mesir. Airnya akan menjadi darah, dan di seluruh negeri akan ada darah, bahkan dalam tong-tong kayu dan tempayan-tempayan batu."

Musa dan Harun melakukan apa yang diperintahkan TUHAN. Di depan raja dan para pegawainya, Harun mengangkat tongkatnya dan memukul air Sungai Nil, maka airnya berubah menjadi darah. Ikan-ikan di dalam sungai itu mati, dan baunya busuk sekali, sehingga orang Mesir tidak bisa minum air itu. Di seluruh tanah Mesir ada darah. Tetapi para ahli sihir Mesir berbuat begitu juga dengan ilmu gaib mereka, sehingga raja tetap keras kepala. Seperti yang sudah dikatakan TUHAN, raja tidak mau mendengarkan Musa dan Harun. Malahan ia pulang ke istana tanpa mempedulikan kejadian itu sedikit pun.

Semua orang Mesir menggali lubang di sepanjang tepi sungai untuk mencari air minum, karena air sungai itu tidak bisa diminum. Tujuh hari lewat sesudah TUHAN mengutuki Sungai Nil.


10. Tulah kedua: katak : Kel 8:1-15

Lalu TUHAN berfirman kepada Musa, "Pergilah menghadap raja dan sampaikan kepadanya pesan-Ku ini: 'Izinkan umat-Ku pergi untuk beribadat kepada-Ku. Jika engkau menolak, negeri ini akan Kupenuhi dengan katak sebagai hukuman. Sungai Nil akan penuh dengan katak, sehingga binatang-binatang itu keluar dari air dan masuk ke dalam istanamu, ke dalam kamar tidur dan tempat tidurmu, ke dalam rumah-rumah para pejabat dan rakyat, bahkan ke dalam tempat pembakaran roti dan panci-panci. Katak-katak itu akan melompat dan memanjati engkau, semua pejabat dan rakyat.'"

TUHAN berfirman kepada Musa, "Suruhlah Harun merentangkan tongkatnya ke atas sungai-sungai, saluran-saluran dan kolam-kolam supaya katak-katak bermunculan dan memenuhi tanah Mesir."

Maka Harun mengacungkan tongkatnya ke atas semua air, lalu muncullah katak-katak memenuhi seluruh negeri. Tetapi para tukang sihir memakai ilmu gaib mereka, dan juga membuat katak-katak bermunculan di negeri itu. Raja memanggil Musa dan Harun, dan berkata, "Berdoalah kepada TUHAN supaya Ia melenyapkan katak-katak ini, maka aku akan mengizinkan bangsamu pergi untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN."

Musa menjawab, "Dengan senang hati saya akan berdoa untuk Tuanku. Tetapkanlah waktunya, maka saya akan mendoakan Tuanku, para pejabat dan rakyat. Maka Tuanku akan dibebaskan dari katak-katak itu, dan tidak akan ada yang sisa, kecuali di Sungai Nil."

Jawab raja itu, "Berdoalah untukku besok."

Kata Musa, "Saya akan melakukan apa yang Tuanku minta. Maka Tuanku akan tahu bahwa tidak ada Allah lain seperti TUHAN, Allah kami. Dia akan membebaskan Tuanku, para pejabat dan rakyat dari katak-katak itu. Tak akan ada katak di rumah-rumah, kecuali di Sungai Nil."

Lalu Musa dan Harun meninggalkan raja. Kemudian Musa berdoa kepada TUHAN supaya melenyapkan katak-katak yang didatangkan-Nya atas raja. TUHAN mengabulkan permintaan Musa, dan katak-katak yang ada di rumah-rumah, di halaman-halaman dan ladang-ladang mati semua. Orang Mesir mengumpulkan bangkai katak-katak itu sampai bertimbun-timbun, sehingga seluruh negeri berbau busuk.

Ketika raja melihat bahwa katak-katak itu sudah mati, ia berkeras kepala. Dan seperti yang sudah dikatakan TUHAN, raja tidak mau mempedulikan perkataan Musa dan Harun.


11. Tulah ketiga: nyamuk : Kel 8:16-19

TUHAN berfirman kepada Musa, "Suruhlah Harun memukul tanah dengan tongkatnya, maka di seluruh negeri Mesir debu akan berubah menjadi nyamuk."

Lalu Harun memukul tanah dengan tongkatnya, dan semua debu di Mesir berubah menjadi nyamuk yang mengerumuni manusia dan binatang. Para ahli sihir berusaha memakai ilmu gaib mereka untuk juga mengadakan nyamuk-nyamuk, tetapi mereka tidak berhasil. Di mana-mana ada nyamuk, sehingga para ahli sihir itu berkata kepada raja, "Ini perbuatan Allah."

Tetapi raja itu berkeras kepala, dan seperti yang sudah dikatakan TUHAN, raja itu tidak mau mempedulikan perkataan Musa dan Harun.


12. Tulah keempat: lalat pikat : Kel 8:20-32

TUHAN berfirman kepada Musa, "Pergilah besok pagi-pagi sekali menemui raja pada waktu ia turun ke sungai, dan sampaikanlah kepadanya perkataan-Ku ini: 'Izinkanlah umat-Ku pergi beribadat kepada-Ku. Jika engkau menolak, maka Aku akan mendatangkan lalat kepadamu, kepada para pejabat dan rakyat. Rumah-rumah orang Mesir, bahkan seluruh negeri akan penuh dengan lalat. Tetapi Aku akan membuat kekecualian untuk daerah Gosyen, tempat umat-Ku tinggal. Di sana tak akan ada lalat, supaya kamu tahu bahwa Aku, TUHAN, yang melakukan itu. Aku akan membuat perbedaan antara umat-Ku dengan rakyatmu. Keajaiban itu akan terjadi besok.'"

TUHAN mendatangkan lalat yang banyak sekali ke istana raja dan ke rumah-rumah para pejabat. Seluruh negeri Mesir sangat menderita karena lalat-lalat itu.

Kemudian raja memanggil Musa dan Harun lalu berkata, "Pergilah mempersembahkan kurban kepada Allahmu, tetapi di negeri ini saja."

"Sebaiknya tidak," jawab Musa, "karena orang Mesir akan merasa tersinggung kalau melihat persembahan kami itu, dan pasti kami akan dilempari batu sampai mati. Kami harus pergi ke padang gurun sejauh tiga hari perjalanan untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN Allah kami, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kami."

Raja berkata, "Baiklah, kuizinkan kamu pergi ke padang gurun untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN, Allahmu, asal kamu tidak pergi jauh. Ingat, doakanlah aku!"

Jawab Musa, "Sesudah saya pergi, saya segera berdoa kepada TUHAN supaya besok lalat-lalat itu meninggalkan Tuanku, para pejabat dan rakyat. Tetapi jangan menipu kami lagi, dan jangan menghalangi bangsa Israel pergi untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN."

Musa meninggalkan raja, lalu berdoa kepada TUHAN, dan TUHAN mengabulkan doa Musa. Lalat-lalat itu beterbangan meninggalkan raja, para pejabat dan rakyat. Tak ada seekor pun yang masih tinggal. Tetapi kali ini pun raja berkeras kepala dan tidak mengizinkan bangsa itu pergi.


13. Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak : Kel 9:1-7

TUHAN berfirman kepada Musa, "Pergilah menghadap raja, dan katakan kepadanya bahwa TUHAN, Allah orang Ibrani, berkata: 'Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka dapat berbakti kepada-Ku. Kalau engkau tak mau melepaskan mereka, Aku akan mendatangkan wabah yang dahsyat atas semua ternakmu, kuda, keledai, unta, sapi, domba dan kambingmu. Aku akan membedakan ternak orang Israel dan ternak orang Mesir. Dari ternak orang Israel tak seekor pun yang akan mati. Aku, TUHAN, menetapkan hari esok untuk melaksanakan hal itu.'"

Keesokan harinya TUHAN berbuat seperti yang sudah dikatakan-Nya. Semua ternak bangsa Mesir mati, tetapi dari ternak bangsa Israel seekor pun tak ada yang mati. Raja menanyakan apa yang telah terjadi, lalu diceritakan kepadanya bahwa dari ternak orang Israel tak seekor pun yang mati. Tetapi raja berkeras kepala dan tidak mau melepaskan bangsa itu pergi.


14. Tulah keenam: barah : Kel 9:8-12

TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, "Ambillah beberapa genggam abu dari tempat pembakaran. Di depan raja, Musa harus menghamburkan abu itu ke udara. Maka abu itu akan tersebar ke seluruh tanah Mesir. Pada manusia dan binatang abu itu akan menimbulkan bisul-bisul yang pecah menjadi luka bernanah."

Lalu Musa dan Harun mengambil abu, dan menghadap raja. Musa menghamburkan abu itu ke udara. Pada manusia dan binatang timbullah bisul-bisul yang pecah menjadi luka bernanah. Para ahli sihir tidak bisa menghadap Musa karena seluruh badan mereka penuh bisul seperti orang-orang Mesir lainnya. Tetapi TUHAN menjadikan raja keras kepala, dan seperti yang sudah dikatakan TUHAN, raja tidak mau mempedulikan perkataan Musa dan Harun.


15. Tulah ketujuh: hujan es : Kel 9:13-35

TUHAN berfirman kepada Musa, "Pergilah besok pagi-pagi sekali menghadap raja, dan sampaikan kepadanya bahwa TUHAN, Allah orang Ibrani berkata: 'Lepaskan umat-Ku supaya mereka dapat pergi beribadat kepada-Ku. Kali ini Aku akan mendatangkan bencana tidak hanya kepada para pejabat dan rakyat saja, tetapi juga kepadamu, supaya engkau tahu bahwa tidak ada tandingan-Ku di seluruh dunia. Sekiranya Aku mau menghukum engkau dan rakyatmu dengan penyakit, pasti kamu sudah binasa sama sekali. Tetapi kamu Kubiarkan hidup, supaya Aku dapat menunjukkan kekuasaan-Ku kepadamu, sehingga nama-Ku menjadi termasyhur di seluruh bumi. Meskipun begitu, engkau masih juga tinggi hati dan tidak mau mengizinkan umat-Ku pergi. Besok pagi, pada saat yang sama, Aku akan mendatangkan hujan es yang dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir dari dahulu sampai sekarang. Maka perintahkanlah supaya semua ternak dan segala milikmu yang ada di luar dibawa ke tempat yang aman. Semua orang dan ternak yang ada di luar dan tak dapat berlindung akan mati ditimpa hujan es.'"

Beberapa di antara para pejabat takut kepada firman TUHAN. Mereka membawa hamba-hamba dan ternak mereka masuk ke dalam rumah supaya terlindung. Tetapi yang lain tidak mengindahkan peringatan itu dan meninggalkan hamba-hamba dan ternak mereka di padang.

Lalu TUHAN berfirman kepada Musa, "Angkatlah tanganmu ke atas, dan hujan es akan turun di seluruh tanah Mesir. Hujan itu akan menimpa manusia, ternak dan segala tanaman di ladang."

Musa mengangkat tongkatnya ke atas, dan TUHAN menurunkan guruh dan hujan es, dan petir menyambar bumi. TUHAN mendatangkan hujan es yang dahsyat disertai petir yang sambar-menyambar. Itulah hujan es yang paling dahsyat dalam sejarah Mesir. Di seluruh negeri hujan es itu membinasakan segala sesuatu di ladang, termasuk manusia dan ternak. Semua tanaman di ladang rusak dan pohon-pohon ditumbangkan. Hanya daerah Gosyen, tempat kediaman orang-orang Israel, tidak ditimpa hujan es.

Lalu raja memanggil Musa dan Harun, dan berkata, "Aku telah berdosa. Tuhanlah yang benar, aku dan rakyatku telah berbuat salah. Berdoalah kepada TUHAN; kami sudah cukup menderita karena guruh dan hujan es ini. Aku akan melepas kamu pergi. Kamu tak usah tinggal di sini lagi."

Kata Musa kepada raja, "Segera sesudah saya sampai di luar kota, saya akan mengangkat tangan untuk berdoa kepada TUHAN. Guruh akan berhenti dan hujan es akan reda, supaya Tuanku tahu bahwa bumi ini milik TUHAN. Tetapi saya tahu bahwa Tuanku dan para pejabat belum juga takut kepada TUHAN Allah."

Tanaman rami dan jelai musnah, karena rami sedang berbunga, dan jelai sedang berbulir. Tetapi gandum dan biji-bijian tidak rusak karena belum musimnya. Lalu Musa meninggalkan raja dan pergi ke luar kota; di sana ia mengangkat tangannya untuk berdoa kepada TUHAN. Saat itu juga berhentilah guntur, hujan es dan hujan.

Ketika raja melihat apa yang terjadi, ia berdosa lagi. Dia dan para pejabatnya tetap berkeras kepala. Seperti yang sudah dikatakan TUHAN melalui Musa, raja tidak mau mengizinkan orang Israel pergi.


16. Tulah kedelapan: belalang : Kel 10:1-20

TUHAN berfirman kepada Musa, "Pergilah menghadap raja. Aku telah menjadikan dia dan para pejabatnya keras kepala, supaya Aku dapat melakukan keajaiban-keajaiban di tengah-tengah mereka, dan supaya engkau dapat menceritakan kepada anak cucumu bagaimana Aku mempermainkan bangsa Mesir dengan keajaiban-keajaiban itu. Maka kamu semua akan tahu bahwa Akulah TUHAN."

Lalu Musa dan Harun pergi menghadap raja dan berkata kepadanya, "TUHAN, Allah bangsa Ibrani, berkata, 'Sampai kapan engkau tak mau tunduk kepada-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka dapat beribadat kepada-Ku. Kalau engkau masih juga menolak, maka besok akan Kudatangkan belalang ke negerimu. Seluruh permukaan tanah akan tertutup sama sekali oleh belalang yang sangat banyak itu. Semua sisa tanaman, bahkan pohon-pohon yang tidak dibinasakan oleh hujan es, akan dihabiskan oleh belalang itu. Istanamu, rumah-rumah para pejabat dan rumah rakyat akan penuh belalang. Bencana ini akan lebih hebat daripada apa yang pernah dialami oleh nenek moyangmu.'" Kemudian Musa berbalik dan pergi.

Berkatalah para pejabat kepada raja, "Sampai kapan orang itu harus menyusahkan kita? Biarkanlah semua orang Israel itu pergi untuk beribadat kepada TUHAN, Allah mereka. Lihatlah negeri kita ini sudah hancur!"

Maka Musa dan Harun dipanggil kembali menghadap raja. Kata raja kepada mereka, "Kamu boleh pergi untuk beribadat kepada TUHAN Allahmu. Tetapi siapa saja di antara kamu yang akan pergi?"

Jawab Musa, "Kami semua, baik yang muda maupun yang tua. Kami akan membawa semua anak kami, semua sapi, domba, dan kambing kami, sebab kami harus mengadakan suatu perayaan besar untuk menghormati TUHAN."

Kata raja, "Tidak mungkin aku mengizinkan kamu membawa orang-orang perempuan dan anak-anakmu! Yang kamu minta itu sama saja dengan mengharapkan aku meminta TUHAN memberkati kamu. Sudah jelas bagiku bahwa kamu bermaksud jahat. Tidak! Cuma orang-orang lelaki boleh pergi untuk beribadat kepada TUHAN, kalau kamu memang ingin beribadat saja!" Dengan kata-kata itu Musa dan Harun diusir dari istana.

Lalu TUHAN berfirman kepada Musa, "Acungkan tanganmu ke atas tanah Mesir. Belalang-belalang akan datang dan makan segala tanam-tanaman yang masih sisa sesudah hujan es."

Musa mengangkat tongkatnya dan TUHAN membuat angin timur bertiup di negeri itu sepanjang hari dan sepanjang malam. Menjelang pagi angin itu membawa belalang-belalang yang luar biasa banyaknya, sehingga penuhlah seluruh negeri. Belum pernah orang melihat belalang begitu banyak, dan sesudah itu pun hal yang demikian tidak terjadi lagi. Seluruh permukaan tanah ditutupi belalang sampai hitam kelihatannya. Mereka makan apa saja yang tidak dimusnahkan oleh hujan es itu, termasuk buah-buahan di pohon. Di seluruh tanah Mesir tak ada sesuatu yang hijau yang tersisa pada pohon-pohon atau tanaman.

Raja segera memanggil Musa dan Harun lalu berkata, "Aku telah berdosa terhadap TUHAN Allahmu dan terhadap kamu. Ampunilah dosaku untuk kali ini, dan berdoalah kepada TUHAN Allahmu, supaya Ia mengambil daripadaku hukuman yang menewaskan ini."

Musa meninggalkan raja dan berdoa kepada TUHAN.
Maka TUHAN mengubah arah angin menjadi angin barat yang sangat kuat. Belalang-belalang itu ditiup angin dan dibawa ke Laut Gelagah. Seekor pun tak ada yang tertinggal di seluruh tanah Mesir. Tetapi TUHAN menjadikan raja keras kepala, dan ia tidak membiarkan orang Israel pergi.


17. Tulah kesembilan: gelap gulita : Kel 10:21-29

TUHAN berfirman kepada Musa, "Angkatlah tanganmu ke atas, maka tanah Mesir akan diliputi gelap gulita."

Musa mengangkat tangannya ke atas, dan selama tiga hari seluruh tanah Mesir diliputi gelap gulita. Orang Mesir tidak dapat melihat apa-apa dan selama waktu itu tak seorang pun pergi ke mana-mana. Tetapi di rumah-rumah orang Israel tetap terang.

Lalu raja memanggil Musa dan berkata, "Kamu boleh pergi beribadat kepada Tuhanmu. Orang-orang perempuan dan anak-anak boleh ikut. Tetapi sapi, domba, dan kambingmu tak boleh dibawa."

Musa menjawab, "Kalau begitu Tuanku harus memberi kami ternak untuk persembahan dan untuk kurban bakaran kepada TUHAN, Allah kami. Semua ternak kami harus kami bawa; seekor pun tak akan kami tinggalkan. Dari ternak itu kami pilih mana yang akan dipersembahkan kepada TUHAN Allah kami. Baru di sana kami akan tahu ternak mana yang akan kami persembahkan."

TUHAN menjadikan raja keras kepala sehingga ia tak mau mengizinkan bangsa Israel pergi.

Kata raja kepada Musa, "Pergilah dari hadapanku! Jangan sampai kulihat engkau lagi! Kalau sampai kulihat lagi mukamu, engkau akan mati!"

"Seperti kata Tuanku," kata Musa, "Tuanku pasti tidak akan melihat saya lagi."


18. Tulah kesepuluh: kematian anak sulung : Kel 11:1-10

TUHAN berfirman kepada Musa, "Aku akan menjatuhkan satu bencana lagi atas raja Mesir dan rakyatnya. Sesudah itu, ia akan melepas kamu pergi. Bahkan kamu semua akan diusirnya dari sini. Sebab itu bicaralah dengan bangsa Israel; suruhlah mereka minta perhiasan emas dan perak dari tetangga mereka."

TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati kepada orang Israel. Dan Musa menjadi orang yang sangat dihormati oleh para pejabat dan seluruh rakyat Mesir.

Musa berkata kepada raja, "Beginilah firman TUHAN, 'Kira-kira waktu tengah malam Aku akan menjelajahi tanah Mesir. Setiap anak laki-laki yang sulung di Mesir akan mati, mulai dari anak raja Mesir sampai kepada anak dari hamba perempuan yang menggiling gandum. Anak yang pertama lahir dari semua ternak akan mati juga. Di seluruh Mesir akan terdengar suara ratapan yang kuat, seperti yang belum pernah terjadi dan tak akan terjadi lagi. Tetapi di kalangan Israel, baik manusia maupun ternak tidak akan diganggu. Maka kamu akan tahu bahwa Aku, TUHAN, membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel.'"

Akhirnya Musa berkata, "Semua pejabat Tuanku akan datang dan sujud di depan saya dan minta supaya saya dan bangsa saya meninggalkan negeri ini. Sesudah itu saya akan pergi." Lalu dengan marah sekali Musa meninggalkan raja.

TUHAN berfirman kepada Musa, "Raja tak akan mempedulikan perkataanmu, supaya Aku dapat membuat lebih banyak keajaiban di seluruh Mesir."

Musa dan Harun membuat semua keajaiban itu di hadapan raja, tetapi TUHAN menjadikan dia keras kepala, sehingga ia tak mau mengizinkan orang Israel meninggalkan negerinya.


19. Orang Israel keluar dari Mesir : Kel 12:29-42

Tengah malam itu TUHAN membunuh semua anak laki-laki yang sulung bangsa Mesir, mulai dari anak raja, sampai kepada anak orang-orang tahanan di penjara. Semua ternak yang pertama lahir pun dibunuh. Malam itu raja, para pejabat dan semua orang Mesir terbangun. Di seluruh negeri Mesir terdengar suara ratapan yang kuat karena tidak ada satu rumah pun yang tidak kematian seorang anak laki-laki.

Malam itu juga, raja memanggil Musa dan Harun dan berkata, "Pergilah dari sini, kamu semua! Tinggalkan negeriku! Pergilah memuja Allahmu seperti yang kamu minta. Bawalah semua sapi, domba, dan kambingmu, dan pergilah! Mintakan juga berkat untukku!"

Orang Mesir mendesak orang Israel supaya cepat-cepat meninggalkan negeri itu. Kata mereka, "Kami semua akan mati kalau kamu tidak pergi!"

Lalu orang-orang Israel mengambil panci-panci mereka yang berisi adonan roti yang tidak beragi, membungkusnya dengan kain, dan memikulnya. Mereka juga sudah melakukan apa yang dikatakan Musa, yaitu meminta perhiasan emas dan perak serta pakaian dari orang Mesir. TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati kepada orang Israel, sehingga mereka memberikan segala yang diminta orang Israel. Dengan cara itu orang Israel membawa kekayaan orang Mesir keluar dari negeri itu.

Orang Israel berangkat dan berjalan kaki dari kota Raamses ke kota Sukot. Jumlah mereka 600.000 orang, tidak terhitung perempuan dan anak-anak. Mereka membawa banyak sapi, domba dan kambing. Sejumlah besar orang asing juga ikut. Mereka membakar roti tidak beragi dari adonan yang mereka bawa dari Mesir. Mereka diusir dari situ dengan sangat mendadak, sehingga tidak sempat menyiapkan bekal.

Bangsa Israel sudah tinggal di Mesir 430 tahun lamanya. Pada hari terakhir tahun ke-430 itu, seluruh barisan umat TUHAN meninggalkan tanah Mesir. Malam itu TUHAN terus berjaga untuk mengantar mereka keluar dari Mesir. Dan itulah juga malam yang untuk seterusnya dipersembahkan kepada TUHAN sebagai malam peringatan. Pada malam itu umat Israel harus berjaga-jaga.


20. Allah menuntun umat-Nya : Kel 13:17-22

Sesudah raja Mesir melepas bangsa Israel pergi, Allah tidak membawa mereka lewat jalan yang melalui negeri Filistin, walaupun itu jalan yang paling pendek. Allah berpikir, "Jangan-jangan orang-orang itu menyesal kalau melihat bahwa mereka harus berperang, lalu kembali ke Mesir."

Karena itu Allah membawa mereka lewat jalan putar melalui padang gurun menuju Laut Gelagah. Pada waktu meninggalkan Mesir, orang-orang Israel itu bersenjata seperti akan berperang. Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab semasa hidupnya Yusuf menyuruh orang Israel bersumpah untuk berbuat begitu. Begini pesan Yusuf, "Pada waktu Allah membebaskan kamu, jenazahku harus kamu bawa dari tempat ini."

Orang Israel meninggalkan Sukot dan berkemah di kota Etam, di tepi padang gurun. Pada waktu siang TUHAN berjalan di depan mereka dalam tiang awan dan pada waktu malam Ia mendahului mereka dalam tiang api untuk menunjukkan jalan. Dengan demikian mereka dapat berjalan siang dan malam. Sepanjang hari tiang awan berada di depan bangsa itu dan sepanjang malam tiang api menyertai mereka.


21. Firaun bertindak untuk penghabisan kali : Kel 14:1-14

Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa,
"Suruhlah orang Israel kembali dan berkemah di depan kota Pi-Hahirot, antara kota Migdol dan Laut Gelagah, dekat kota Baal-Zefon. Raja Mesir akan menyangka bahwa orang Israel sedang mengembara di negeri ini dan tersesat di padang gurun. Aku akan menjadikan dia keras kepala sehingga ia mengejar kamu. Tetapi Aku akan menunjukkan kekuasaan-Ku atas raja Mesir dan tentaranya, dan mereka akan tahu bahwa Akulah TUHAN."

Lalu orang Israel berbuat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka.
Ketika raja Mesir mendengar bahwa bangsa Israel sudah lari, ia dan para pejabatnya menyesal dan berkata, "Apa yang kita buat? Mengapa kita biarkan orang-orang Israel itu pergi sehingga kita kehilangan budak-budak?"

Lalu raja menyiapkan kereta perang dan tentaranya. Ia berangkat dengan semua keretanya, termasuk enam ratus kereta istimewa, yang dikendarai oleh para perwiranya. Memang TUHAN menjadikan raja keras kepala, sehingga ia mengejar orang Israel yang sedang dalam perjalanan meninggalkan negeri itu di bawah perlindungan TUHAN. Tentara Mesir dengan semua kuda, kereta dan pengendaranya mengejar orang Israel, dan menyusul mereka di perkemahan mereka di pantai laut dekat Pi-Hahirot. Ketika orang Israel melihat raja Mesir dan tentaranya datang, mereka sangat ketakutan dan berteriak kepada TUHAN minta pertolongan.

Kata mereka kepada Musa, "Apakah di Mesir tidak ada kuburan, sehingga engkau membawa kami supaya mati di tempat ini? Lihatlah akibat perbuatanmu itu! Dahulu di Mesir sudah kami katakan bahwa hal ini akan terjadi! Kami sudah mendesak supaya engkau jangan mengganggu kami, tetapi membiarkan kami tetap menjadi budak di Mesir. Lebih baik menjadi budak di sana daripada mati di padang gurun ini!"

Musa menjawab, "Jangan takut! Bertahanlah! Kamu akan melihat apa yang dilakukan TUHAN untuk menyelamatkan kamu. Orang Mesir yang kamu lihat sekarang, tak akan kamu lihat lagi. TUHAN akan berjuang untuk kamu, dan kamu tak perlu berbuat apa-apa."


22. Menyeberangi Laut Teberau : Kel 14:15-31

Firman TUHAN kepada Musa, "Mengapa engkau berteriak minta tolong? Suruhlah orang Israel jalan terus! Angkat tongkatmu dan acungkan ke atas laut. Maka air akan terbagi dan orang Israel dapat menyeberangi laut dengan berjalan di dasarnya yang kering. Orang Mesir akan Kujadikan keras kepala sehingga mereka terus mengejar orang Israel, dan Aku akan menunjukkan kekuasaan-Ku atas raja Mesir, pasukannya, kereta-kereta serta para pengendaranya. Maka orang Mesir akan tahu bahwa Akulah TUHAN."

Lalu malaikat Allah, yang ada di depan pasukan Israel, pindah ke bagian belakang. Dan pindahlah juga tiang awan sampai berada di antara pasukan Mesir dan pasukan Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga sepanjang malam kedua pasukan itu tak dapat saling mendekati. Lalu Musa mengacungkan tangannya ke atas laut, dan TUHAN membuat angin timur bertiup dengan kencangnya sehingga air laut mundur. Sepanjang malam angin itu bertiup, dan mengubah laut menjadi tanah kering. Air terbagi dua, dan waktu orang Israel menyeberangi laut, mereka berjalan di dasar yang kering, dan air di kanan kirinya merupakan tembok.

Orang Mesir dengan semua kuda, kereta dan pengendaranya mengejar terus dan mengikuti orang Israel ke tengah laut. Menjelang fajar TUHAN memandang dari tiang api dan awan kepada tentara Mesir dan mengacaubalaukannya. Ia membuat roda-roda kereta mereka macet, sehingga dengan susah payah mereka maju. Kata orang Mesir, "TUHAN berjuang untuk orang Israel melawan kita. Mari kita lari dari sini!"

Firman TUHAN kepada Musa, "Acungkanlah tanganmu ke atas laut, maka air akan kembali, dan menenggelamkan orang Mesir, kereta-kereta dan pengendara-pengendaranya." Lalu Musa mengacungkan tangannya ke atas laut dan pada waktu fajar merekah, air kembali pada keadaannya yang semula. Orang Mesir berusaha menyelamatkan diri, tetapi TUHAN menenggelamkan mereka ke dalam laut. Air laut berbalik dan menutupi kereta-kereta, pengendara-pengendara, dan seluruh tentara Mesir yang mengejar orang Israel ke tengah laut, sehingga mereka mati semua. Tetapi ketika orang Israel menyeberangi laut, mereka berjalan di dasar yang kering, dan air merupakan tembok di kanan kirinya.

Pada hari itu TUHAN menyelamatkan bangsa Israel dari serangan orang Mesir, dan mereka melihat mayat-mayat orang Mesir terdampar di pantai.

Ketika orang Israel melihat bagaimana TUHAN yang dengan kuasa-Nya yang besar mengalahkan orang Mesir, mereka heran sekali sehingga percaya kepada-Nya dan kepada Musa, hamba-Nya itu.


23. Air di Mara dan di Elim : Kel 15:22-27

Kemudian Musa membawa bangsa Israel dari Laut Gelagah menuju ke padang gurun Syur. Selama tiga hari mereka berjalan melalui padang gurun tanpa menemukan air. Lalu sampailah mereka di tempat yang bernama Mara, tetapi air di situ pahit sekali, sehingga tak bisa diminum. Sebab itu tempat itu disebut Mara, artinya pahit.

Maka orang-orang itu mengomel kepada Musa dan bertanya, "Apa yang akan kita minum?"

Musa berdoa dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN, lalu TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu. Kayu itu dilemparkan Musa ke dalam air, lalu air itu menjadi tawar, sehingga dapat diminum. Di tempat itu TUHAN memberi peraturan-peraturan kepada mereka, dan di situ juga Ia mencobai mereka.

Firman TUHAN, "Taatilah Aku dengan sungguh-sungguh, dan lakukanlah apa yang Kupandang baik; ikutilah semua perintah-Ku. Kalau kamu berbuat begitu, kamu tidak akan Kuhukum dengan penyakit-penyakit yang Kutimpakan kepada orang Mesir. Akulah TUHAN yang menyembuhkan kamu."

Sesudah itu mereka tiba di tempat yang bernama Elim. Di situ ada dua belas sumber air dan tujuh puluh pohon kurma. Mereka berkemah di dekat air itu.


24. Manna dan hari Sabat : Kel 16:1-36
Lalu seluruh umat Israel berangkat dari Elim, dan pada tanggal lima belas bulan kedua sesudah mereka meninggalkan Mesir, tibalah mereka di padang gurun Sin, antara Elim dan Gunung Sinai. Di padang gurun itu mereka semua mengomel kepada Musa dan Harun.

Kata mereka, "Lebih baik sekiranya kami sudah mati dibunuh TUHAN di Mesir. Di sana sekurang-kurangnya kami dapat duduk makan daging dan roti sampai kenyang. Tetapi kamu membawa kami ke sini supaya kami semua mati kelaparan."

Firman TUHAN kepada Musa, "Sekarang akan Kuturunkan makanan yang berlimpah-limpah seperti hujan untuk kamu semua. Tiap hari kamu harus mengumpulkan makanan itu secukupnya untuk satu hari. Dengan cara itu Aku mau menguji umat-Ku supaya Aku tahu apakah mereka taat kepada perintah-perintah-Ku atau tidak. Pada hari yang keenam mereka harus mengumpulkan makanan itu dua kali lipat banyaknya."

Maka berkatalah Musa dan Harun kepada semua orang Israel, "Sore ini kamu akan tahu bahwa Tuhanlah yang membawa kamu keluar dari Mesir. Besok pagi kamu akan melihat cahaya kehadiran TUHAN. TUHAN mendengar kamu marah-marah kepada-Nya; ya, kepada TUHAN, sebab kami ini hanya melakukan apa yang diperintahkan-Nya. TUHAN akan memberi kamu daging di waktu sore, dan roti di waktu pagi sampai kamu kenyang, karena TUHAN sudah mendengar kamu marah-marah kepada-Nya. Sesungguhnya, kalau kamu marah-marah kepada kami, kamu marah-marah kepada TUHAN."

Kemudian Musa berkata kepada Harun, "Suruhlah mereka semua datang menghadap TUHAN, sebab Ia telah mendengar omelan mereka."

Selagi Harun berbicara kepada mereka semua, mereka menengok ke padang gurun dan tiba-tiba cahaya TUHAN kelihatan dalam awan.

Firman TUHAN kepada Musa,
"Aku telah mendengar omelan orang Israel. Katakanlah kepada mereka bahwa pada waktu sore mereka dapat makan daging, dan pada waktu pagi mereka dapat makan roti sampai kenyang. Maka mereka akan tahu bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka."

Pada waktu sore datanglah burung puyuh sampai banyak sekali sehingga menutupi seluruh perkemahan, dan pada waktu pagi turunlah embun di sekeliling perkemahan. Ketika embun itu menguap, tampaklah di atas padang gurun sesuatu yang tipis seperti sisik dan halus seperti embun yang beku. Ketika orang Israel melihatnya, mereka tidak tahu apa itu.

Maka bertanyalah mereka satu sama lain, "Apa itu?"

Lalu Musa berkata kepada mereka, "Itulah makanan yang diberikan TUHAN kepada kamu. TUHAN memerintahkan supaya masing-masing mengumpulkan sebanyak yang diperlukannya, yaitu dua liter untuk setiap anggota keluarga."

Orang Israel berbuat begitu; tapi ada yang mengumpulkan lebih dari dua liter untuk seorang dan ada yang kurang. Ketika mereka menakarnya, ternyata bahwa orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan, dan yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Masing-masing mengumpulkan sebanyak yang diperlukannya.

Musa berkata kepada mereka, "Siapa pun tak boleh menyimpan makanan itu barang sedikit untuk besok." Tetapi beberapa orang di antara mereka tidak mempedulikan perkataan Musa. Mereka simpan juga sebagian dari makanan itu. Besoknya ternyata makanan itu berulat dan berbau busuk; maka Musa menjadi marah kepada mereka. Setiap pagi mereka mengumpulkan makanan itu sebanyak yang mereka perlukan, dan kalau hari mulai panas, makanan yang tertinggal di tanah itu meleleh.

Pada hari yang keenam mereka mengumpulkan makanan itu dua kali lipat banyaknya, yaitu empat liter untuk seorang. Semua pemimpin mereka datang dan memberitahukan hal itu kepada Musa.

Kata Musa kepada mereka, "Inilah perintah TUHAN: Besok adalah hari khusus untuk beristirahat, hari Sabat, hari yang dipersembahkan kepada TUHAN. Apa yang kamu mau panggang hari ini, pangganglah, dan apa yang kamu mau rebus, rebuslah. Yang lebih dari keperluan hari ini, pisahkanlah dan simpanlah untuk besok."

Jadi makanan yang kelebihan itu mereka simpan untuk besoknya seperti yang diperintahkan Musa; makanan itu tidak menjadi basi dan tidak berulat.

Musa berkata, "Inilah makananmu untuk hari ini, sebab hari ini adalah hari Sabat, hari istirahat untuk menghormati TUHAN, dan kamu tak akan menemukan makanan itu sedikit pun di luar perkemahan. Enam hari lamanya kamu harus mengumpulkan makanan, tetapi hari yang ketujuh adalah hari istirahat, dan tak ada makanan yang turun pada hari itu."

Pada hari yang ketujuh beberapa orang Israel mau mengumpulkan makanan, tetapi mereka tidak menemukan apa-apa. Lalu TUHAN berfirman kepada Musa, "Sampai kapan kamu tidak mau mentaati perintah-perintah-Ku? Ingatlah bahwa Aku memberi kepadamu satu hari untuk beristirahat. Itulah sebabnya pada hari yang keenam Aku memberi makanan yang cukup untuk dua hari. Pada hari yang ketujuh setiap orang harus tinggal di rumah, dan tak boleh keluar." Sebab itu pada hari yang ketujuh mereka tidak bekerja.

Makanan itu disebut manna oleh orang Israel. Rupanya seperti biji kecil-kecil berwarna putih dan rasanya seperti kue yang dibuat pakai madu.

Musa berkata, "TUHAN menyuruh kita mengambil kurang lebih dua liter manna untuk disimpan bagi keturunan kita, supaya mereka dapat melihat makanan yang diberikan TUHAN kepada kita di padang gurun, sewaktu kita dibawa-Nya keluar dari Mesir."

Musa berkata kepada Harun, "Ambillah sebuah belanga, masukkan kurang lebih dua liter manna ke dalamnya dan letakkanlah di hadapan TUHAN untuk disimpan bagi keturunan kita."

Maka Harun meletakkan belanga itu di depan Peti Perjanjian untuk disimpan sesuai dengan perintah TUHAN kepada Musa. Manna itu menjadi makanan orang Israel selama empat puluh tahun berikutnya, sampai mereka tiba di Kanaan, tempat mereka menetap.


25. Air dari gunung batu : Kel 17:1-7

Kemudian seluruh umat Israel meninggalkan padang gurun Sin dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain sebagaimana diperintahkan TUHAN. Pada suatu waktu mereka berkemah di Rafidim, tetapi di situ tak ada air minum.

Lalu mereka mengomel kepada Musa dan berkata, "Berilah kami air minum."

Musa menjawab, "Mengapa kamu mengomel dan mencobai TUHAN?"

Tetapi orang-orang itu sangat kehausan dan mereka terus mengomel kepada Musa. Kata mereka, "Mengapa kaubawa kami keluar dari Mesir? Supaya kami, anak-anak kami dan ternak kami mati kehausan?"

Maka berserulah Musa kepada TUHAN, katanya, "Apa yang harus saya buat kepada orang-orang ini? Lihatlah, mereka mau melempari saya dengan batu."

Firman TUHAN kepada Musa, "Panggillah beberapa orang pemimpin dan berjalanlah bersama-sama dengan mereka mendahului bangsa itu. Bawa juga tongkat yang kaupakai untuk memukul Sungai Nil. Aku akan berdiri di depanmu di atas sebuah batu besar di Gunung Sinai. Pukullah batu itu, maka air akan keluar sehingga orang-orang itu bisa minum." Musa berbuat begitu disaksikan oleh para pemimpin Israel.

Tempat itu dinamakan Masa karena di tempat itu orang Israel mencobai TUHAN waktu mereka bertanya, "Apakah TUHAN menyertai kita atau tidak?"

Tempat itu juga dinamakan Meriba karena di tempat itu orang Israel mengomel.


26. Kemenangan orang Israel melawan orang Amalek : Kel 17:8-16

Kemudian orang Amalek datang dan menyerang orang Israel di Rafidim. Kata Musa kepada Yosua, "Pilihlah beberapa orang untuk memerangi orang Amalek. Besok saya akan berdiri di puncak bukit memegang tongkat yang Allah suruh bawa."

Yosua melakukan apa yang diperintahkan Musa kepadanya. Ia pergi memerangi orang Amalek, sedang Musa, Harun dan Hur mendaki bukit sampai di puncaknya. Selama Musa mengangkat tangannya, orang Israel menang. Tetapi kalau Musa menurunkan tangannya, orang Amaleklah yang menang. Ketika Musa menjadi lelah, Harun dan Hur mengambil sebuah batu supaya Musa bisa duduk; Harun dan Hur berdiri di kiri dan di kanan Musa untuk menopang tangannya supaya tetap terangkat sampai matahari terbenam. Akhirnya orang Amalek dikalahkan oleh Yosua.

Firman TUHAN kepada Musa, "Tulislah tentang kemenangan ini supaya tetap diingat. Katakan kepada Yosua bahwa Aku akan membinasakan orang Amalek."

Lalu Musa membangun sebuah mezbah dan menamakannya "TUHAN adalah Panjiku."
Kata Musa, "Peganglah tinggi-tinggi panji TUHAN! TUHAN berperang melawan orang Amalek untuk selama-lamanya!"


27. Malaikat Allah berjalan di depan : Kel 23:20-33

TUHAN berfirman:
"Aku akan mengutus malaikat-Ku mendahului kamu untuk melindungi kamu dalam perjalanan dan membawa kamu ke tempat yang Kusediakan. Perhatikanlah dan taatilah dia. Jangan berontak terhadapnya karena ia utusan-Ku, dan ia tak akan mengampuni pelanggaranmu. Kalau kamu taat kepadanya dan melakukan segala yang Kuperintahkan, Aku akan berperang melawan semua musuhmu. Malaikat-Ku akan mendahului kamu dan membawa kamu ke negeri bangsa Amori, Het, Feris, Kanaan, Hewi dan Yebus, dan mereka akan Kubinasakan.

Jangan menyembah patung-patung pelindung mereka dan jangan meniru cara mereka beribadat. Hancurkanlah patung-patung pelindung mereka itu dan patahkan tiang-tiang batu yang mereka pakai untuk beribadat.

Kalau kamu menyembah Aku, TUHAN Allahmu, kamu akan Kuberkati dengan makanan dan minuman, dan segala penyakit akan Kujauhkan daripadamu. Di negerimu tak akan ada wanita yang keguguran atau mandul. Kamu akan Kuberi umur yang panjang. Bangsa-bangsa yang kamu datangi akan Kubuat ketakutan terhadap-Ku; mereka akan Kujadikan kalang kabut; semua musuhmu akan berbalik dan lari. Musuh-musuhmu akan Kukacaubalaukan, dan bangsa-bangsa Hewi, Kanaan dan Het Kuusir dari hadapanmu supaya kamu dapat maju.

Mereka tak akan Kuusir sekaligus dalam waktu satu tahun, supaya tanah itu jangan terlantar, dan binatang buas jangan merajalela. Mereka akan Kuusir sebagian-sebagian, sampai orang-orangmu sudah cukup banyak untuk menduduki tanah itu. Batas-batas negerimu akan Kutetapkan dari Teluk Akaba sampai ke Sungai Efrat, dan dari Laut Tengah sampai ke padang gurun. Kamu Kuberi kuasa atas penduduk negeri itu, sehingga mereka dapat kamu usir pada waktu kamu maju merebut tanah itu.

Jangan membuat perjanjian dengan orang-orang itu atau dengan ilah-ilah mereka. Jangan biarkan orang-orang itu tinggal di negerimu, supaya kamu jangan menyembah ilah-ilah mereka dan berdosa terhadap-Ku. Kalau kamu menyembah ilah-ilah mereka, kamu jatuh ke dalam perangkap maut."
aaa

Rabu, 06 Mei 2015

Welcome

Mujizat (Ibrani : 'owth {oth} ), adalah kejadian luarbiasa, yang menyimpang dari hukum-hukum alam yang lazim, dimana peristiwa itu terjadi karena dikehendaki Tuhan Sang Pencipta alam semesta, pada waktu tertentu, sebagai tanda kekuasaan-Nya. Jika peristiwa serupa atau yang mirip, terjadi tanpa melibatkan kekuasaan Tuhan maupun kehendak-Nya, maka kejadian ini bukan lagi merupakan mujizat.

Contoh sederhana dapat kita lihat ketika Tuhan mengutus Nabi Musa dan Harun untuk menghadap raja Mesir agar bangsa Israel diperbolehkan pergi meninggalkan negeri Mesir ke tanah leluhurnya, maka Tuhan memberikan tanda-tanda kekuasaanNya melalui Musa dan Harun. Di hadapan raja Firaun, Musa menyuruh Harun melemparkan tongkatnya, sesuai pesan Tuhan, ke hadapan sang raja Mesir, dan seketika tongkat Harun berubah wujud menjadi seekor ular. Lalu penyihir-penyihir Mesir juga melemparkan tongkat-tongkat mereka, yang juga seketika berubah menjadi ular-ular. Kemudian ular jelmaan tongkat Nabi Musa menelan habis ular-ular jelmaan tongkat-tongkat para penyihir Mesir. Berikut ini ayat-ayat yang menjelaskan peristiwa tersebut:

Keluaran 7:8-12
8. Dan TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
9 "Apabila Firaun berkata kepada kamu: Tunjukkanlah suatu mujizat, maka haruslah kaukatakan kepada Harun: Ambillah tongkatmu dan lemparkanlah itu di depan Firaun. Maka tongkat itu akan menjadi ular."
10 Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu mereka berbuat seperti yang diperintahkan TUHAN; Harun melemparkan tongkatnya di depan Firaun dan para pegawainya, maka tongkat itu menjadi ular.
11 Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka.
12 Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka.

Peristiwa berubahnya tongkat Harun menjadi seekor ular itu disebut mujizat, karena terjadinya murni kehendak Tuhan dan murni pertunjukan kekuasaan Tuhan. Sedangkan peristiwa berubahnya tongkat-tongkat para penyihir Mesir menjadi ular-ular itu tidak dapat disebut mujizat, sebab terjadinya karena kuasa-kuasa kegelapan atau kuasa-kuasa roh-roh jahat yang bekerja karena mantera-mantera yang diucapkan oleh para penyihir Mesir tersebut.